17:16

indonesia-earthquake
17:16

1,0625 adalah hasilnya, jika deretan simbol diatas dibaca sebagai “tujuh belas dibagi enam belas”. (bagi saya yang terus terang sulit berimajinasi dengan angka, untuk memunculkan 1,0625 saya butuh perangkat penunjang hidup tambahan yang bernama kalkulator)

Atau bisa saja deretan simbol itu terngiang-ngiang menjadi “pukul tujuh belas lewat enam belas menit” di telinga, karena ada seseorang yang bertanya kepada kita tentang waktu. Dan setelah mengecek jam digital yang ada di pergelangan tangan –atau mungkin telepon seluler, deretan simbol “17:16” berpendar di layar digital dan tertangkap oleh indra penglihatan, sehingga setelah terjadi serangkaian proses yang rumit, otak kemudian memerintahkan mulut untuk bersuara mengeluarkan output.

17:16
Bagaimana Anda mau membaca deretan simbol di atas?

***

“Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.”

Demikianlah, karena saya seorang muslim, paparan simbol “17:16” biasanya membangkitkan minat untuk merujukkannya kepada Al Qur’an, kitab suci orang Islam. Dengan demikian, “17:16” bisa dibaca sebagai ayat ke-16 dari surat ke-17 dalam Al Qur’an. Dan paragraf di atas adalah terjemahan dari ayat ke-16 Surat Al Isra (Surat ke-17 dalam Al Qur’an)

***

Rasanya mendapatkan satu kemewahan, jika bisa makan tiga kali sehari, padahal sehari-harinya hanya bisa makan satu kali. Atau mungkin bisa tidur di kasur yang empuk dalam ruangan yang sejuk, padahal sebelumnya tidur beralaskan tikar baginya sudah cukup. Atau bisa memiliki 3, 4, 5, bahkan 10 rumah atau mobil, padahal satu saja sebenarnya sudah cukup.

Kalau Anda mempunyai uang 1 milyar di tangan, padahal untuk memenuhi kebutuhan Anda hanya butuh 30 juta saja, maka bayangkanlah sisa uang yang 970.000.000 itu akan Anda belanjakan untuk apa…

Hati-hati…
Karena sebentar lagi Anda akan berkenalan dengan kemewahan!

***

Kemampuan untuk melakukan sesuatu yang melebihi batas kecukupan.

Demikianlah, arti kemewahan menurut saya yang awam. Contoh yang paling gampang adalah makan. Dari segi kuantitas, makan 3 kali sehari sudah cukup. Bisa nggak makan lebih dari 3 kali? Tentu saja bisa. Tapi untuk mewujudkannya, jelas Anda harus punya dukungan finansial yang berlebih. Kalau untuk makan 3 kali sehari hanya butuh 30 ribu saja, sedangkan penghasilan Anda sehari 1 juta, maka peluang untuk sampai lebih dari 3 kali sehari makin terbuka lebar.

Tentu saja nggak cuma makan dong. Masak hidup cuma diisi dengan makan? Kita kan butuh hiburan?

Okelah. Karena makan sudah menjadi kebiasaan yang mudah didapat, kita butuh tantangan lain yang lebih menggairahkan! Carilah hiburan yang paling bisa menghibur. Kalau kehadiran sebuah mobil bisa menghibur, carilah mobil yang paling wah, dan kalau memungkinkan, mengkoleksinya. Atau mungkin penghibur Anda adalah batu mulia, cari dan burulah intan permata dan mutu manikam (dan jangan lupa untuk mengkoleksinya).

Saya sudah memberi contoh mobil dan batu mulia.
Anda yang kreatif tentu saja bisa memikirkan hal lain yang lebih dahsyat!

***

Tidakkah Anda merasakan pergerakan perasaan?

Awalnya hanya makan 3 kali sehari. Berlanjut ke makan 4, 5, atau 10 kali. Berikutnya lantas rumah, mobil, perhiasan, dan bahkan seluruh pernik-pernik keindahan dunia!

Dan semakin meningkat kemampuan Anda (nggak cuma finansial lho!), rasakanlah apa yang terjadi dalam diri Anda. Semuanya ingin direngkuh, semuanya ingin dimiliki! Kalau bisa, semuanya harus diwujudkan. Tak peduli bagaimanapun caranya. Toh semua kemampuan sudah dimiliki, jadi apa yang bisa menghalangi?

Pada saat itu tercapai, pada saat kemampuan dan kekuasaan sepenuhnya ada dalam genggaman, lantas tiba-tiba ada orang yang meminta Anda untuk patuh kepada peraturan yang telah dirancangnya.

Mulailah bertanya kepada lubuk hati yang terdalam….
Bersediakah Anda?

***

Kira-kira pada pukul 17:16, tanggal 30 September 2009, gempa dengan kekuatan 7,6 skala Richter menghantam kota Padang dan sekitarnya.

Kira-kira, saya masuk golongan orang-orang yang hidup mewah nggak ya?
Kalau iya, masihkah terselip kesediaan untuk taat  kepada Tuhan?

Ya Allah, ampunilah kami,
Ya Allah, kasihanilah kami
Ya Allah, sayangilah kami,
Semuanya!

10 oktober 09
(tulisan ini diilhami SMS “17:16” yang beredar, dan untuk mengenang kembali gempa jogja mei 2006, yang perlahan mulai dilupakan sebagian penduduknya….)

Illustrasi foto : http://www.exilez.com/wp-content/uploads/2009/02/indonesia-earthquake.jpg

Advertisements

~ by ksatriapelangi on October 9, 2009.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: